Saatnya kesetiaaan diuji.Dalam kondisi tim yang tak beranjak ke papan atas,dalam kondisi tim yang akhir-akhir ini seolah tak ada hanisnya tertimpa masalah,bahkan terlempara dari Copa Indonesia saat pertarungan baru saja dimulai,masihkah kita setia pada ikrar kita untuk mendukung Singo Edan dalam kondisi apapun?
(baca sampai tuntas?klik judul di atas)
Aremania yang sesungguhnya tak akan lari di saat kondisi tim kesayangannya sedang terpuruk.Nawak,marilah kita belajar untuk menjadi Aremania yang sesungguhnya,yang sellau setia mendukung tim di kala sedang senang maupun susah.Kita harus tetap bersinergi dan bahu-membahu bersama tim kesayangan kita untuk kembali bangkit dan meraih kejayaan yang hilang.
Bnagkitlah,kawan.Tiada guna terus menerus meratapi kegagalan di Copa Indonesia tahun ini.Indonesia Superliga masih membentang di depan mata.Asa itu masih ada...
Bangkitlah Arema...
Kami kan selalu mendukungmu tuk meraih kembali kejayaan,kejayaaanmu,kejayaan kita.(*bamz)
Rabu, 04 Februari 2009
War To Win
Jika kita lihat bagaimana perjuangan Adolf Hitler mengembalikan trah suku bangsa Arya sebagai bangsa nomor wahid dan melakukan “sapu bersih” kepada Yahudi. Jika kita baca bagaimana Ken Arok mengembalikan Kasta Sudra setingkat dengan Ksatria (darah biru) dengan membunuh penguasannya dan menikahi Ken Dedes yang notabene merupakan ratunya. Dan bagaimana perjuangan seorang Che Guevara yang menempatkan sosialisme dan persamaan kasta, bahkan tanpa kasta di negara Amerika Latin, Bolivia. Apalagi jika kita amati bagaimana Amerika melakukan dominasinya sebagai negara adi kuasa di jagad ini. Semuanya menggunakan idiom Cinta Damai dan Demi Perdamaian, meski dalam melakukannya tetap dengan proses perang dan mengalahkan lainnya!
Apa hubungannya dengan Arema dan Aremania? Ada hubungannya bahkan hampir mirip dengan perjuangan Che Guevara di Bolivia dan Muamar Khadafi di Libya, maupun Soekarno untuk menyatakan bahwa Indonesia ada dan layak di perhitungkan di dunia ini. Aremania, merupakan kelompok supporter yang melakukan tour dengan koordinasi dan atraktifitasnya pertama kali di Indonesia, yang melakukan pendukungan ke tim kebanggaannya, bisa diibaratkan merupakan perang terhadap kemapanan yang ada waktu itu serta sebagai penghapus stigma Fudamental maupun kelompok Preman yang identik dengan anarki!. Bahkan menjadi media pemersatu kelompok yang ada di Malang kala itu, mulai dari HIGAM, ARBOT, ARPOL, Jodipaness, Gabungan Anak Setan, Kapak Merah, AMS, Arek Malang Dampit (ARMDA) bahkan Baltimore dan lain-lainnya.
Akhirnya membawa Arema sebagai supporter terbaik di Indonesia. Slogan Cinta Damai kali ini sudah menjadi Virus jauh sebelum Slank mengatakan PISS! Jauh hari sebelum Iwan Fals menyuarakan Saudara se-bangsa! dengan OI-nya. Namun Cinta Damai tidak berlaku jika kita melakukan pendukungan saat di lapangan. Perang merupakan kata yang pantas dalam meraih kemenangan! Perang bukan berarti kita musti menggunkan kekerasan dalam melakukannya, namun perang kali ini merupakan menempatkan semua tim merupakan lawan saat pertandingan 2x45 menit di lapangan.
Saat ini Cinta Damai seolah menjadi idiom yang salah bagi pemain Arema, karena mereka tidak lagi bermain keras (bukan dengan tackling tanpa teknik). Pemain Arema yang semestinya memiliki motivasi sebagai seorang Prajurit yang nampak di lapangan hanyalah seonggok daging yang sok menyuarakan profesionalisme dengan ketakutan cedera dan habis masa kariernya! Tentunya hal ini sangat berbeda tatkala Arema masih diperkuat 80% asli Arek Malang. Di sini tampak jelas Loyalitas dan kebanggan mempertahankan nama AREMA dan Malangnya!
Sudah waktunya kita bersatu untuk berperang dan meraih Kemenangan! Aremania tetaplah pecinta Damai namun bukan berarti takut dan Menolak Perang jika di lawan! Terbukti PSSI dan BLI sudah merasakan hal ini, bagaimana Aremania berperang melawannya yang tak mengenal takut dan waktu, meski perjuangan kala itu setengah-setengah. Setengah terpaksa, setengah nodong, setengah percaya satu sama lain dan setengah pintar namun cukup kerdil, yang cukup bangga dan merasa puas diri saat statement penyejuk hati muncul dari kantor biang kerusakan sepak bola nasional, PSSI.
Sudah waktunya kawan kita berperang, melawan semua bentuk tirani dan rintangan yang menghadang setiap langkah dan presatsi Arema dengan cara yang cukup elegant. Kenapa tidak kita buktikan bahwa Arema dan Aremania tetap merupakan soko guru dan Icon persepakbolaan Indonesia.
War To Win… Now Or Never!
Aremania Cinta Damai Tapi Tak Menolak Perang Jika Dilawan! [Queen]
(Dikirim oleh Yuli Suthil,diambil dari Satujiwa)
Apa hubungannya dengan Arema dan Aremania? Ada hubungannya bahkan hampir mirip dengan perjuangan Che Guevara di Bolivia dan Muamar Khadafi di Libya, maupun Soekarno untuk menyatakan bahwa Indonesia ada dan layak di perhitungkan di dunia ini. Aremania, merupakan kelompok supporter yang melakukan tour dengan koordinasi dan atraktifitasnya pertama kali di Indonesia, yang melakukan pendukungan ke tim kebanggaannya, bisa diibaratkan merupakan perang terhadap kemapanan yang ada waktu itu serta sebagai penghapus stigma Fudamental maupun kelompok Preman yang identik dengan anarki!. Bahkan menjadi media pemersatu kelompok yang ada di Malang kala itu, mulai dari HIGAM, ARBOT, ARPOL, Jodipaness, Gabungan Anak Setan, Kapak Merah, AMS, Arek Malang Dampit (ARMDA) bahkan Baltimore dan lain-lainnya.
Akhirnya membawa Arema sebagai supporter terbaik di Indonesia. Slogan Cinta Damai kali ini sudah menjadi Virus jauh sebelum Slank mengatakan PISS! Jauh hari sebelum Iwan Fals menyuarakan Saudara se-bangsa! dengan OI-nya. Namun Cinta Damai tidak berlaku jika kita melakukan pendukungan saat di lapangan. Perang merupakan kata yang pantas dalam meraih kemenangan! Perang bukan berarti kita musti menggunkan kekerasan dalam melakukannya, namun perang kali ini merupakan menempatkan semua tim merupakan lawan saat pertandingan 2x45 menit di lapangan.
Saat ini Cinta Damai seolah menjadi idiom yang salah bagi pemain Arema, karena mereka tidak lagi bermain keras (bukan dengan tackling tanpa teknik). Pemain Arema yang semestinya memiliki motivasi sebagai seorang Prajurit yang nampak di lapangan hanyalah seonggok daging yang sok menyuarakan profesionalisme dengan ketakutan cedera dan habis masa kariernya! Tentunya hal ini sangat berbeda tatkala Arema masih diperkuat 80% asli Arek Malang. Di sini tampak jelas Loyalitas dan kebanggan mempertahankan nama AREMA dan Malangnya!
Sudah waktunya kita bersatu untuk berperang dan meraih Kemenangan! Aremania tetaplah pecinta Damai namun bukan berarti takut dan Menolak Perang jika di lawan! Terbukti PSSI dan BLI sudah merasakan hal ini, bagaimana Aremania berperang melawannya yang tak mengenal takut dan waktu, meski perjuangan kala itu setengah-setengah. Setengah terpaksa, setengah nodong, setengah percaya satu sama lain dan setengah pintar namun cukup kerdil, yang cukup bangga dan merasa puas diri saat statement penyejuk hati muncul dari kantor biang kerusakan sepak bola nasional, PSSI.
Sudah waktunya kawan kita berperang, melawan semua bentuk tirani dan rintangan yang menghadang setiap langkah dan presatsi Arema dengan cara yang cukup elegant. Kenapa tidak kita buktikan bahwa Arema dan Aremania tetap merupakan soko guru dan Icon persepakbolaan Indonesia.
War To Win… Now Or Never!
Aremania Cinta Damai Tapi Tak Menolak Perang Jika Dilawan! [Queen]
(Dikirim oleh Yuli Suthil,diambil dari Satujiwa)
Kadar Aremania
Kalau ayas,sampai sejauh ini ayas tak pernah merasa diri PALING AREMANIA.Soal KADAR,biarlah orang lain yang menilai diri kita.Ayas nggak pernah ambil pusing soal yang ini,yang penting berusaha untuk selalu menonton langsung Arema main.Kecuali kalau berhalangan,misal sedang sakit.
Tour kemanapun ayas berusaha ikut,meski dibeli-belani utang.
Kalau kita bicara AREMA,kita ibaratkan saja sebagai sebuah faham atau "agama" kedua.Seperti halnya penganut agama,ada yang kadarnya kuat ada yang kadarnya kecil.Ada yang rajin sholat,ada yang sering bolong sholat,ada yang sholat cuma Jum'atan atu Idul Fitri thok,dsb.Ada yang rajin mencari2 kesalahan umat agama lain,ada yang senang mendebat agama lain meski ia tak pernah sholat,ada yang rajin sholat dan nggak pernah memusingkan agama orang lain,ada yang nggak pernah sholat tapi toleran terhadap agama lain,dll.
Begitu pun,AREMANIA sebagai "umat"nya AREMA.
Ada yang merasa cukup menonton lewat TV,mendengarkan lewat radio,ada yang mengharuskan diri selalu datang ke stadion,ada yang rajin ke stadion dn mneghujat "umat" alias kelompok suporter lain,ada yang selalu membanggakan Arema meski jarang sekali nonton langsung atau lewat TV,ada yang tak pernah menonton pertandingan tapi cukup rajin mencela-cela suporter lain,dsb.
Selama seseorang memiliki rasa suka atau cinta terhadp AREMA,ayas kira mereka adalah AREMANIA,tak peduli seberapa besar kadarnya,entah 10,25,40,atau 80%.Umpamanya,selama ia bersyahadat dan menyatakan diri sebagai orang Islam,maka ia sah disebut sebagai orang ISLAM,tak peduli berapapun kadarnya.Tak peduli ia sholat atau tidak.
Jangan pula mencap orang KATOLIK palsu,hanya karena ia tak pernah ke gereja untuk beribadah.
Perbedaan itu wajar,justru memang disengaja oleh Sang Pencipta,biar hidup ini rame,lalu manusia berpikir dan berinteraksi.
Hanya satu yang tampaknya kita camkan dalam hati,"Jangan merasa diri paling Aremania"
Kita2 masih muda,kontribusi belum seberapa dibandingkan pengorbanan dan jerih payah Aremania terdahulu.
Tour kemanapun ayas berusaha ikut,meski dibeli-belani utang.
Kalau kita bicara AREMA,kita ibaratkan saja sebagai sebuah faham atau "agama" kedua.Seperti halnya penganut agama,ada yang kadarnya kuat ada yang kadarnya kecil.Ada yang rajin sholat,ada yang sering bolong sholat,ada yang sholat cuma Jum'atan atu Idul Fitri thok,dsb.Ada yang rajin mencari2 kesalahan umat agama lain,ada yang senang mendebat agama lain meski ia tak pernah sholat,ada yang rajin sholat dan nggak pernah memusingkan agama orang lain,ada yang nggak pernah sholat tapi toleran terhadap agama lain,dll.
Begitu pun,AREMANIA sebagai "umat"nya AREMA.
Ada yang merasa cukup menonton lewat TV,mendengarkan lewat radio,ada yang mengharuskan diri selalu datang ke stadion,ada yang rajin ke stadion dn mneghujat "umat" alias kelompok suporter lain,ada yang selalu membanggakan Arema meski jarang sekali nonton langsung atau lewat TV,ada yang tak pernah menonton pertandingan tapi cukup rajin mencela-cela suporter lain,dsb.
Selama seseorang memiliki rasa suka atau cinta terhadp AREMA,ayas kira mereka adalah AREMANIA,tak peduli seberapa besar kadarnya,entah 10,25,40,atau 80%.Umpamanya,selama ia bersyahadat dan menyatakan diri sebagai orang Islam,maka ia sah disebut sebagai orang ISLAM,tak peduli berapapun kadarnya.Tak peduli ia sholat atau tidak.
Jangan pula mencap orang KATOLIK palsu,hanya karena ia tak pernah ke gereja untuk beribadah.
Perbedaan itu wajar,justru memang disengaja oleh Sang Pencipta,biar hidup ini rame,lalu manusia berpikir dan berinteraksi.
Hanya satu yang tampaknya kita camkan dalam hati,"Jangan merasa diri paling Aremania"
Kita2 masih muda,kontribusi belum seberapa dibandingkan pengorbanan dan jerih payah Aremania terdahulu.
Sepatah Kata Dari Redaksi
Tidak terasa sudah sebulan lebih aremaremania meluncur di dunia maya.Dalam kurun waktu ini pula,aremaremania terus berusaha menemukan bentuk idealnya.Kami memang sengaja tidak menasbihkan diri menjadi media pemberitaan reguler seperti beberapa situs aremania lainnya serta media cetak.Meskipun kami beberapa kali menampilkan artikel seputar perkembangan tim serta hasil pertandingan,itu bukanlah sesuatu hal
(baca sampai tuntas?klik judul di atas)yang menjadi tujuan utama.Hal tersebut adalah salah satu bentuk ujicoba kami dalam mencari format ideal mengenai konten yang pas dimana kami akan memfokuskannya ke depan.
Setelah melalui beberapa ujicoba serta mempertimbangkan banyak masukan baik berupa saran maupun kritik,kami mulai menemukan bentuk yang menurut kami memang perlu untuk dijadikan format yang ideal sesuai harapan semula.Bagaimanakah format itu?Jawaban kami adalah,aremaremania kami harapkan menjadi sebuah media bagi Aremania dan Aremanita untuk menyuarakan opini atau mengaspirasikan pendapatnya secara bebas dalam koridor yang bertanggungjawab demi kebaikan serta kemajuan Arema,Aremania,Aremanita serta persepakbolaan negeri ini.
Redaksi aremaremania menyadari bahwa aspirasi dan opini Aremania begitu beragam serta dipengaruhi oleh berbagai latar belakang yang berbeda-beda pula.Kita semua tidak bisa menyalahkan hal tersebut.Justru dengan adanya relita itu kita semua bisa belajar untuk saling menghargai satu sama lain tanpa merasa bahwa opini atau pendapat kitalah yang paling benar dan tak bisa diganggu gugat.Dengannya kita bisa melatih kesabaran serta membangun kesadaran akan pentingnya toleransi.
Redaksi aremaremania akan selalu membuka kesempatan bagi masuknya saran dan kritik dari pembaca atau pengunjung setia tentang segala hal yang berkaitan dengan media ini.Bagi kami semuanya itu akan menjadi bahan perenungan serta bahan pertimbangan dalam menyuguhkan yang terbaik dari apa yang kami bisa lakukan untuk anda semua.
Bagi pihak-pihak dari luar aremaremania seperti website-website aremania atau suporter lain,maupun media massa dan lembaga lainnya yang ingin menjalin kerjasama dengan kami,pintu selalu terbuka.Kami akan menyambut anda dengan senang hati.Bagi yang berkeinginan untuk sekedar bertatap muka akan kami penuhi pula dengan mempertimbangkan waktu yang ada.
Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada nawak-nawak yang telah berkunjung,kawan-kawan yang telah menginformasikan aremaremania kepada orang lain,kawan-kawan yang namanya tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Salam Satu Jiwa!(*bamz)
(baca sampai tuntas?klik judul di atas)yang menjadi tujuan utama.Hal tersebut adalah salah satu bentuk ujicoba kami dalam mencari format ideal mengenai konten yang pas dimana kami akan memfokuskannya ke depan.
Setelah melalui beberapa ujicoba serta mempertimbangkan banyak masukan baik berupa saran maupun kritik,kami mulai menemukan bentuk yang menurut kami memang perlu untuk dijadikan format yang ideal sesuai harapan semula.Bagaimanakah format itu?Jawaban kami adalah,aremaremania kami harapkan menjadi sebuah media bagi Aremania dan Aremanita untuk menyuarakan opini atau mengaspirasikan pendapatnya secara bebas dalam koridor yang bertanggungjawab demi kebaikan serta kemajuan Arema,Aremania,Aremanita serta persepakbolaan negeri ini.
Redaksi aremaremania menyadari bahwa aspirasi dan opini Aremania begitu beragam serta dipengaruhi oleh berbagai latar belakang yang berbeda-beda pula.Kita semua tidak bisa menyalahkan hal tersebut.Justru dengan adanya relita itu kita semua bisa belajar untuk saling menghargai satu sama lain tanpa merasa bahwa opini atau pendapat kitalah yang paling benar dan tak bisa diganggu gugat.Dengannya kita bisa melatih kesabaran serta membangun kesadaran akan pentingnya toleransi.
Redaksi aremaremania akan selalu membuka kesempatan bagi masuknya saran dan kritik dari pembaca atau pengunjung setia tentang segala hal yang berkaitan dengan media ini.Bagi kami semuanya itu akan menjadi bahan perenungan serta bahan pertimbangan dalam menyuguhkan yang terbaik dari apa yang kami bisa lakukan untuk anda semua.
Bagi pihak-pihak dari luar aremaremania seperti website-website aremania atau suporter lain,maupun media massa dan lembaga lainnya yang ingin menjalin kerjasama dengan kami,pintu selalu terbuka.Kami akan menyambut anda dengan senang hati.Bagi yang berkeinginan untuk sekedar bertatap muka akan kami penuhi pula dengan mempertimbangkan waktu yang ada.
Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada nawak-nawak yang telah berkunjung,kawan-kawan yang telah menginformasikan aremaremania kepada orang lain,kawan-kawan yang namanya tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Salam Satu Jiwa!(*bamz)
Asa Itu Masih Ada
Saatnya kesetiaaan diuji.Dalam kondisi tim yang tak beranjak ke papan atas,dalam kondisi tim yang akhir-akhir ini seolah tak ada hanisnya tertimpa masalah,bahkan terlempara dari Copa Indonesia saat pertarungan baru saja dimulai,masihkah kita setia pada ikrar kita untuk mendukung Singo Edan dalam kondisi apapun?
(baca sampai tuntas?klik judul di atas)
Aremania yang sesungguhnya tak akan lari di saat kondisi tim kesayangannya sedang terpuruk.Nawak,marilah kita belajar untuk menjadi Aremania yang sesungguhnya,yang sellau setia mendukung tim di kala sedang senang maupun susah.Kita harus tetap bersinergi dan bahu-membahu bersama tim kesayangan kita untuk kembali bangkit dan meraih kejayaan yang hilang.
Bnagkitlah,kawan.Tiada guna terus menerus meratapi kegagalan di Copa Indonesia tahun ini.Indonesia Superliga masih membentang di depan mata.Asa itu masih ada...
Bangkitlah Arema...
Kami kan selalu mendukungmu tuk meraih kembali kejayaan,kejayaaanmu,kejayaan kita.(*bamz)
(baca sampai tuntas?klik judul di atas)
Aremania yang sesungguhnya tak akan lari di saat kondisi tim kesayangannya sedang terpuruk.Nawak,marilah kita belajar untuk menjadi Aremania yang sesungguhnya,yang sellau setia mendukung tim di kala sedang senang maupun susah.Kita harus tetap bersinergi dan bahu-membahu bersama tim kesayangan kita untuk kembali bangkit dan meraih kejayaan yang hilang.
Bnagkitlah,kawan.Tiada guna terus menerus meratapi kegagalan di Copa Indonesia tahun ini.Indonesia Superliga masih membentang di depan mata.Asa itu masih ada...
Bangkitlah Arema...
Kami kan selalu mendukungmu tuk meraih kembali kejayaan,kejayaaanmu,kejayaan kita.(*bamz)
Sepatah Kata Dari Redaksi
Tidak terasa sudah sebulan lebih aremaremania meluncur di dunia maya.Dalam kurun waktu ini pula,aremaremania terus berusaha menemukan bentuk idealnya.Kami memang sengaja tidak menasbihkan diri menjadi media pemberitaan reguler seperti beberapa situs aremania lainnya serta media cetak.Meskipun kami beberapa kali menampilkan artikel seputar perkembangan tim serta hasil pertandingan,itu bukanlah sesuatu hal
(baca sampai tuntas?klik judul di atas)yang menjadi tujuan utama.Hal tersebut adalah salah satu bentuk ujicoba kami dalam mencari format ideal mengenai konten yang pas dimana kami akan memfokuskannya ke depan.
Setelah melalui beberapa ujicoba serta mempertimbangkan banyak masukan baik berupa saran maupun kritik,kami mulai menemukan bentuk yang menurut kami memang perlu untuk dijadikan format yang ideal sesuai harapan semula.Bagaimanakah format itu?Jawaban kami adalah,aremaremania kami harapkan menjadi sebuah media bagi Aremania dan Aremanita untuk menyuarakan opini atau mengaspirasikan pendapatnya secara bebas dalam koridor yang bertanggungjawab demi kebaikan serta kemajuan Arema,Aremania,Aremanita serta persepakbolaan negeri ini.
Redaksi aremaremania menyadari bahwa aspirasi dan opini Aremania begitu beragam serta dipengaruhi oleh berbagai latar belakang yang berbeda-beda pula.Kita semua tidak bisa menyalahkan hal tersebut.Justru dengan adanya relita itu kita semua bisa belajar untuk saling menghargai satu sama lain tanpa merasa bahwa opini atau pendapat kitalah yang paling benar dan tak bisa diganggu gugat.Dengannya kita bisa melatih kesabaran serta membangun kesadaran akan pentingnya toleransi.
Redaksi aremaremania akan selalu membuka kesempatan bagi masuknya saran dan kritik dari pembaca atau pengunjung setia tentang segala hal yang berkaitan dengan media ini.Bagi kami semuanya itu akan menjadi bahan perenungan serta bahan pertimbangan dalam menyuguhkan yang terbaik dari apa yang kami bisa lakukan untuk anda semua.
Bagi pihak-pihak dari luar aremaremania seperti website-website aremania atau suporter lain,maupun media massa dan lembaga lainnya yang ingin menjalin kerjasama dengan kami,pintu selalu terbuka.Kami akan menyambut anda dengan senang hati.Bagi yang berkeinginan untuk sekedar bertatap muka akan kami penuhi pula dengan mempertimbangkan waktu yang ada.
Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada nawak-nawak yang telah berkunjung,kawan-kawan yang telah menginformasikan aremaremania kepada orang lain,kawan-kawan yang namanya tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Salam Satu Jiwa!(*bamz)
(baca sampai tuntas?klik judul di atas)yang menjadi tujuan utama.Hal tersebut adalah salah satu bentuk ujicoba kami dalam mencari format ideal mengenai konten yang pas dimana kami akan memfokuskannya ke depan.
Setelah melalui beberapa ujicoba serta mempertimbangkan banyak masukan baik berupa saran maupun kritik,kami mulai menemukan bentuk yang menurut kami memang perlu untuk dijadikan format yang ideal sesuai harapan semula.Bagaimanakah format itu?Jawaban kami adalah,aremaremania kami harapkan menjadi sebuah media bagi Aremania dan Aremanita untuk menyuarakan opini atau mengaspirasikan pendapatnya secara bebas dalam koridor yang bertanggungjawab demi kebaikan serta kemajuan Arema,Aremania,Aremanita serta persepakbolaan negeri ini.
Redaksi aremaremania menyadari bahwa aspirasi dan opini Aremania begitu beragam serta dipengaruhi oleh berbagai latar belakang yang berbeda-beda pula.Kita semua tidak bisa menyalahkan hal tersebut.Justru dengan adanya relita itu kita semua bisa belajar untuk saling menghargai satu sama lain tanpa merasa bahwa opini atau pendapat kitalah yang paling benar dan tak bisa diganggu gugat.Dengannya kita bisa melatih kesabaran serta membangun kesadaran akan pentingnya toleransi.
Redaksi aremaremania akan selalu membuka kesempatan bagi masuknya saran dan kritik dari pembaca atau pengunjung setia tentang segala hal yang berkaitan dengan media ini.Bagi kami semuanya itu akan menjadi bahan perenungan serta bahan pertimbangan dalam menyuguhkan yang terbaik dari apa yang kami bisa lakukan untuk anda semua.
Bagi pihak-pihak dari luar aremaremania seperti website-website aremania atau suporter lain,maupun media massa dan lembaga lainnya yang ingin menjalin kerjasama dengan kami,pintu selalu terbuka.Kami akan menyambut anda dengan senang hati.Bagi yang berkeinginan untuk sekedar bertatap muka akan kami penuhi pula dengan mempertimbangkan waktu yang ada.
Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada nawak-nawak yang telah berkunjung,kawan-kawan yang telah menginformasikan aremaremania kepada orang lain,kawan-kawan yang namanya tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Salam Satu Jiwa!(*bamz)
Langganan:
Postingan (Atom)
FOTO MINGGU INI
Pantai Balekambang